Memproduksi Surplus Sejahterakan yang Minus

Web Hosting
Wakaf Produktif merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang telah terbukti berperan besar dalam perekonomian. Secara bahasa wakaf bermakna berhenti atau berdiri (waqafa, yaqifu, waqfan) yang mempunyai arti berdiri tegak, menahan. Kata waqafa sama dengan Habasa, Yahbisu, Tahbisan, dan secara istilah syara’ definisi wakaf menurut Muhammad Ibn Ismail dalam Subul as-Salam, adalah menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau merusakkan bendanya (ain-nya) dan digunakan untuk kebaikan.

Global Wakaf sebagai institusi pengelola obyek-obyek wakaf (nadzir) berfokus di wakaf produktif. Menurut Mundzir Qahar, wakaf produktif adalah harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi dan hasilnya disalurkan sesuai dengan tujuan wakaf, seperti wakaf tanah untuk dipergunakan bercocok tanam, mata air untuk dijual airnya dan lain-lain.

Penjelasan diatas berarti bahwa benda wakaf yang dipergunakan dalam kegiatan produksi dimanfaatkan oleh penerima wakaf sesuai dengan kesepakatan yang terjadi antara pemberi wakaf dan penerima wakaf. Selain itu benda wakaf tidak dapat dimiliki secara pribadi atau perorangan, tetapi benda wakaf merupakan milik Allah Swt.

Wakaf Pangan

Saat ini Global Wakaf mendapatkan amanat untuk berfokus di pengelolaan wakaf pangan. Beberapa wakaf telah diamanatkan ke Global Wakaf yaitu wakafa tanah di daerah Ciujung, Serang, di Parung,  dan Cileungsi, Kabupaten Bogor .

Wakaf Tanah di daerah Ciujung, Serang, seluas 2,5 hektar plus 10 hektar untuk kerjasama penggarapan lahan dengan pemilik wakafnya. Semua tanah wakaf tersebut dimanfaatkan untuk memproduksi padi, atau dijadikan areal persawahan.

“Dulu tanah sawah tersebut dikelola secara tradisional. Global Wakaf akan mengelola tanah tersebut dengan sistem multimanfaat, sehingga bisa menghasilkan surplus yang lebih besar, yaitu dengan peningkatan kualitas pada pemilihan benih, penyuluhan pertanian dan sistem pemupukan,” ujar Direktur Global Wakaf Iman Firmansyah kepada Benefit Minimagz, pekan lalu. “ Global Wakaf bekerja sama dengan BATAN, menanamkan bibit hasil iradiasi yang hasilnya insya Allah dua kali lipat dari penanaman biasa,” imbuhnya.

Iman mengatakan, hasil produksi pertanian tersebut akan bagi hasil dengan para petani penggarap setempat secara proporsional.

“Hasil untuk Global Wakaf-ACT akan digunakan sebagai persediaan di saat masyarakat membutuhkan.Kami akan membangun lumbung pangan. Lumbung pangan ini berfungsi sebagai antisipasi kebutuhan pangan masyarakat saat terjadi bencana, seperti kebakaran, gizi buruk, warga tidak mampu, banjir dan sebagainya. Untuk pemanfaatannya, Global Wakaf bekerjasama dengan penanggungjawab program Dapur Sosial (Dapsos)-Aksi Cepat Tanggap,” pungkasnya. [sumber]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memproduksi Surplus Sejahterakan yang Minus"

Post a Comment