Bank Wakaf Bakal Angkat UMKM Indonesia

Web Hosting
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bank Wakaf Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dr. Zainulbahar Noor mengatakan bahwa pendirian bank wakaf yang digagas oleh ICMI akan mampu mengangkat sektor UMKM di Indonesia.

"Faktanya, ternyata dari total 56,7 juta usaha atau perusahaan di Indonesia, 99,99% diantaranya adalah UMKM yaitu 56,6 juta," demikian dipaparkan Zainulbahar kepada ICMI Media, Jum'at (8/5) di Jakarta.

Sementara itu dikatakannya, sektor usaha besar hanya 0,01 atau hanya 4.900 usaha dalam kedudukan UMKM yang mempekerjakan 97 persen dari tenaga kerja Indonesia (per data 2013, dari 110 juta total keseluruhan tenaga kerja yaitu penduduk yang bekerja, 107 juta bekreja di UMKM) sedangkan Usaha Besar hanya mempekerjakan 4,9 juta pekerja.

Namun ironisnya menurut dia, dari total 56,5 juta UMKM 56,4 juta adalah Usaha Mikro.  Usaha Menengah hanya 600.000-an dan Usaha kecil lebih kecil dari itu.

"Yang lebih menyedihkan lagi, kredit atau pembiayaan perbankan yang totalnya Rp. 591 triliun, hanya 14% yang diterima oleh UMKM atau berjumlah sekitar Rp. 77 triliun yang apabila kita bagi dengan total UMKM 56,5 juta, maka per UMKM hanya menerima Rp. 1,3 juta," ungkap Zainulbahar.

Padahal katanya, 86% kredit pembiayaan yang diterima oleh Usaha Besar atau Rp. 449 triliun, apabila dibagi dengan 4.900 Usaha Besar, setiap Usaha Besar akan menerima Rp. 90 miliar.

"Ini jelas ketimpangan yang akan berjalan terus menerus.  Pemerintah sejak 25 tahun yang lalu menginstruksikan setiap bank untuk memberikan kredit kepada UMKM minimal 20%, nyatanya hal itu tidak pernah tercapai," kata Zainulbahar.

Sementara itu menurutnya, penguasaan ekonomi dan bisnis di area perkotaan dan nasional hampit total tidak di tangan UMKM tetapi di tangan usaha besar.

Selama ini menurut Zanulbahar, penguasaan ekonomi Indonesia tidak berada di UMKM yang nota bene lebih 95% adalah umat Islam atau pribumi.

"Pemerintah sejak kemerdekaan tidak pernah mendirikan Bank Yang Dikhususkan Bagi UMKM.  Bank BRI bukan Bank UMKM dan belum terlihat indikasi pemerintah akan melaksanakah hal tersebut," kata Zainulbahar.

Karena itu, Zainul memandang bahwa rencana pemerintah untuk menggabungkan seluruh Bank Syariah BUMN tidak akan berdampak positif apapun bagi UMKM, sebab tidak akan diikuti dengan tingkat marjin rendah.

"Inilah alasan yang memperkuat tekad ICMI melalui penegasan di dalam SILAKNAS ICMI Gorontalo 5-7 Desember 2015 untuk melaksanakan 2 proyek unggulan: Pendirian Bank Wakaf dan Satu Desa Satu Baitulmal Wattamwil, yang arahnya sangat tegas membantu UMKM. ICMI ingin memastikan UMKM untuk ikut mendominasi perekonomian kota dan perekonomian nasional," tegas Zainulbahar.

Menjelaskan alasan harus wakaf uang, Zainul menerangkan bahwa 204,3 juta penduduk Indonesia per Sensus 2010 (86 persen dari total penduduk) adalah umat Islam.

"Jika seorang umat Islam mewakafkan kekayaannya dengan wakaf uang sebesar Rp. 100.000 per bulan dari 100 juta muslim, akan terkumpul wakaf uang sebesar Rp. 120 triliun per tahun," Zainul menjelaskan.

Ia menganalisa, jika jumlah tersebut hanya 25 persen saja terjadi akan terkumpul Rp. 30 triliun terkumpul.  Jumlah itu baru 10 persen yakni Rp. 12 triliun per tahun.

"Jika angka tersebut dikalikan dalam masa 4 tahun akan tercapai total Rp. 48 triliun, sebuah jumlah yang sama dengan Total Asset Bank Muamalat Indonesia yang baru mereka capai dalam waktu lebih dari 20 tahun," pungkas Zainulbahar.

Dr Zainulbahar Noor adalah seorang ahli yang meraih gelar Doktoral bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Islamic Economics and Finance (IEF) di Universitas Trisakti. Ia diamanahkan memimpin Pokja Bank Wakaf oleh Presidium ICMI sejak Silaknas ICMI 2014 di Gorontalo. (Imam)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bank Wakaf Bakal Angkat UMKM Indonesia"

Post a Comment