Wakaf Produktif Perlu Digalakkan

Web Hosting
Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini meresmikan peluncuran program warasosial SMART Ekselensia Indonesia di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah bukan zamannya lagi wakaf bersifat sosial. Justru wakaf yang paling bermanfaat adalah wakaf produktif.

Wakaf produktif adalah mengubah aset wakaf menjadi aspek usaha yang menguntungkan. Pendapatan dari usaha inilah yang kemudian dapat digunakan untuk kegiatan sosial.

Selama 10 tahun terakhir Dompet Dhuafa  menggalakkan wakaf produktif dan mengurangi wakaf sosial. Sebab, pada wakaf sosial Dompet Dhuafa justru harus membiayai kegiatan operasional wakaf dari masyarakat.

Dana itu diambil dari dana infak. Pada akhirnya dana infak akan habis hanya untuk membiayai operasional wakaf yang tidak produktif.

"Bahkan sampai lahan makam kita masih bisa produktifkan. Apalagi sekolah. Sayang kalau hanya jadi wakaf sosial karena malah membuat wazir (orang yang berwakaf) mengupayakan sumber dana lain untuk membiayai operasional itu," ujar Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, saat ditemui dalam acara International Islamic Philantrophy di Jakarta, Kamis (27/2).

Dia bahkan pernah mencetuskan ide membangun apartemen dan pusat perbelanjaan di atas tanah makam. Jadi, pemakaman berada di basement dan di atasnya dibangun apartemen dan mall.

Namun, sampai sekarang belum ada yang mempraktikkannya di Indonesia karena masih pro dan kontra di masyarakat. Menurutnya, itu merupakan salah satu yang bisa dilakukan.

Wakaf produktif yang dikelola Dompet Dhuafa antara lain, Sekolah Al-Syukro Universal dengan nilai aset empat juta dolar AS, Sekolah Semen Cibinong milik Holcim dengan nilai 3,3 juta AS dan Gedung Warda (Pusdiklat) senilai dua juta dolar AS. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wakaf Produktif Perlu Digalakkan"

Post a Comment