Wakaf Al-Azhar Luncurkan Program Tabungan Wakaf Junior

Web Hosting
Tahun 2014, Wakaf Al-Azhar meluncurkan program baru, yakni Program Tabungan Wakaf Junior. Program ini dalam rangka mengedukasi anak-anak, khususnya para pelajar, agar mengenal wakaf sejak dini.

Selama ini, anak mendapat motivasi dari orang tua maupun gurunya, agar rajin menabung untuk meraih keinginan yang bersifat duniawi saja. Itu biasa. Tapi jika anak didorong berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai bekal tabungan akhirat, itu baru luar biasa.

Bukankah Rasulullah Saw bersabda: Anak Adam akan terputus amalnya, kecuali tiga perkara. Apa saja? Pertama, amal jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat. Dan ketiga, anak yang shaleh yang mendoakan ayah-bundanya.

Bicara soal tabungan akhirat, Wakaf Al-Azhar meluncurkan program terbarunya di awal tahun 2014, yakni Program Tabungan Wakaf Junior. Penasaran kan, apa itu Program Tabungan Wakaf Junior? Direktur Marketing Wakaf Al-Azhar, Hendra Yuliano menjelaskan, Program Tabungan Wakaf Junior atau yang familiar dengan sebutan “Kencleng Wakaf Junior” adalah salah satu upaya Wakaf Al Azhar guna mengedukasi anak-anak, khususnya para pelajar, agar mengenal wakaf sejak dini. Jika sudah mengenalnya, anak-anak didorong agar merasa senang jika telah berwakaf.  

“Program Tabungan Wakaf Junior ini menjadi prioritas Wakaf Al-Azhar di tahun 2014. Melalui program ini, anak diberi motivasi agar senang berwakaf sejak dini. Insya Allah, Program Kencleng Wakaf Junior ini dimulai dari internal YPI Al-Azhar se-dejabotabek, dimulai dari pra TK, TK, SD, SMP, SMA  hingga Perguruan Tinggi,” kata Hendra.

Lantas seperti apa konsep Tabungan Wakaf Junior yang dimaksud? Melalui Tabungan Wakaf Junior, masing-masing anak akan disediakan celengan dengan gambar yang unik, menarik, dan tentu saja yang menggugah anak-anak agar senang berwakaf. Selain celengan, Wakaf Al-Azhar juga menyediakan buku Tabungan Wakaf Junior untuk mencatat nominal uang yang telah diwakafkan.

Setelah disediakan celengan dengan gambar yang menarik, orangtua dan guru di sekolah menjadi pendamping untuk terus mendorong anak-anak menyisihkan sebagian uang jajannya agar beramal jariyah, dalam hal ini berwakaf.  Celengan itu akan diisi setiap harinya, sesuai kesanggupan anak-anak. Setidaknya, mereka rutin menabung Rp.1000 - 2000 atau lebih setiap harinya.

“Diharapkan dengan program kencleng wakaf ini, sosialisasi Gerakan Indonesia Berwakaf, menjadi komunikatif dan cepat sampai di kalangan anak-anak. Saya yakin, gerakan wakaf menjadi solusi bagi negeri ini, ” harap Hendra.

Melatih Sifat Jujur

Gagasan siswa berwakaf melalui tabungan ini setidaknya menjadi tolok ukur dan upaya untuk memodernisasikan sistem wakaf, sehingga terjadi interaksi antara pengelola (nazhir),  pewakif, dan pihak yang menerima manfaat dari hasil wakaf.

Program Tabungan Wakaf Junior juga memberi edukasi pada anak untuk menanamkan sifat jujur. Terlebih kencleng atau celengan ini sengaja tidak dikunci atau digembok. Ini tak lain, untuk melatih dan membiasakan anak-anak bersifat jujur. Sebagai contoh, jika sang anak diberi uang jajan Rp. 50.000 atau 100.000 oleh orang tuanya, maka ketika si anak itu hendak berwakaf sebagian dari uang jajannya, ia bisa mengambil uang kembaliannya di celengan, miliknya.

“Terus terang, kita prihatin dengan kondisi negeri ini yang terkenal dengan korupsinya. Itulah sebabnya, kejujuran itu menjadi penting agar selalu ditanamkan pada anak-anak sejak dini,” tandas Hendra.

Nah, setelah menabung dalam satu bulan, kencleng akan dikumpulkan dan dihitung oleh pihak sekolah, bekerjasama dengan Tim Collection Wakaf Al-Azhar. Dana yang terhimpun dalam kencleng tersebut, kemudian disetor ke rekening bank syariah yang menjadi mitra Wakaf al-Azhar.

Jumlah dana yang ditarik, berikut saldo tabungan, juga akan diinformasikan lebih lanjut melalui SMS atau social media Wakaf Al-Azhar. Bulan berikutnya dan seterusnya, kencleng diserahkan ke siswa untuk kembali menabung melalui Tabungan Wakaf Junior.
Program Bis Parawisata

Pasti banyak yang bertanya, dikemanakan tabungan anak-anak itu semua? Dikarenakan wakaf produktif, maka peruntukannya pun jelas, yakni untuk dibelanjakan bis parawisata. Untuk tahun ini, target yang dicapai Insya Allah  sebanyak 15 unit mobil parawisata. Wakaf Al Azhar berharap, dari 15 unit bis yang ditargetkan, minimal satu sekolah dapat mewujudkan satu bis parawisata atau lebih. Dari internal YPI Al Azhar se-dejabotabek, ada 15 sekolah yang diharapkan mengikuti Program Tabungan Wakaf Junior dalam setahun ini.

“Daripada menyewa bis dari luar, lebih baik punya fasilitas Al Azhar sendiri. Lalu hasil dari bis yang disewakan tadi, digunakan untuk memberikan beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu, dan pengiriman dai ke Nusantara,” tukas Direktur Marketing.

Wakaf Al-Azhar juga mengajak orang tua murid yang sekolah di YPI Al-Azhar dimanapun berada untuk berkontribusi mewujudkan program ini, terutama wakaf bis parawisata. Jika ada orang tua yang mewakafkan satu unit mobil senilai Rp. 700 juta, maka di bis tersebut akan dicantumkan nama pewakif. Pewakifnya boleh secara pribadi, atau atas nama keluarga besar, lembaga, atau pun CSR dari perusahaan tertentu.

Untuk mendukung Program Tabung Wakaf Junior, Wakaf Al-Azhar sedang menyiapkan Kartu ATM Wakaf (bekerjsaama dengan bank syariah). Melalui ATM Wakaf, orang tua bisa mengecek total pengumpulan dana wakaf. “Kami merancang, Kartu ATM Wakaf yang juga berfunsgi sebagai Kartu Pelajar. Jadi, ada tiga kombinasi, yakni: Kartu Pelajar, Kartu ATM dan Kartu Wakaf. Benefit yang diperoleh dari Kartu ini juga sebagai kartu diskon.

Seperti diketahui, saat ini ada beberapa mitra Wakaf Al-Azhar yang memberi potongan harga bagi pemilik Kartu Anggota Wakaf Produktif Al-Azhar (KAWPA), seperti Toko Buku Walisongo, Hotel Horison di Solo, Butik Bilqis, Andru’es Café , Genii Courier & Cargo, dan Burger Item.

Harus diakui, kebiasaan menabung melalui celengan mulai banyak ditinggalkan. Ditambah lagi sifat konsumtif anak-anak zaman sekarang yang banyak digoda oleh aneka jajanan. “Sebenarnya, bukan hanya anak yang konsumtif, para ortu pun juga konsumtif.  Itulah sebabnya, orang tua sangat berperan untuk terus mendorong, sekaligus memberi penghargaan kepada putra-putrinya agar mau menabung, dalam hal ini berwakaf,” tandas Hendra.

Tentu saja berbeda, antara tabungan biasa dengan tabungan wakaf. Tabungan Wakaf itu sifatnya terhenti. Dalam artian bukan dinikmati sendiri, tapi diwakafkan di jalan Allah untuk kepentingan orang banyak. Karenanya, sejak dini, anak-anak harus diajarkan untuk merencanakan kehidupan akhirat yang lebih abadi. Anak-anak harus dimotivasi: hari ini harus lebih baik dari hari  kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. [adhes satria www.wakafalazhar.com]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wakaf Al-Azhar Luncurkan Program Tabungan Wakaf Junior"

Post a Comment