BWI Sumbar : “Berdayakan Wakaf, Entaskan Kemiskinan"

Web Hosting
Padang, MinangkabauNews -- Dengan terbentuknya Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar, maka direncanakan tahun 2014 nanti. Semua 19 kota dan kabupaten di Sumatera Barat sudah memiliki lembaga Badan Wakaf Indonesia. DR. Rozalinda selaku ketua DPD BWI Sumbar telah membentuk lembaga Badan Wakaf Indonesia tugas mewewenang BWI akan maksimal memberdayakan fungsi wakaf yang sesungguhnya dan dapat mengentaskan kemiskinan umat.

Rapat koordinasi (Rakor) dengan lembaga Badan Wakaf Indonesia dari 19 kota/kabupaten yang sudah dilaksanakan di tanggal 26/27 Desember 2013 untuk menyamakan persepsi dan menyusun kepengurusan BWI di wilayah Sumatera Barat.

“Ada dua kota yang sudah terbentuk pengurus lembaga Badan Wakaf Indonesia yaitu kota Padang Panjang dan kota Bukittinggi," ujarnya

Dalam pengembangan ekonomi masyarakat, BWI akan melakukan upaya bagaimana wakaf dapat produktif dan berdayaguna untuk dikembangkan supaya ekonomis. Dalam waktu dekat kita akan melakukan persiapan untuk membentuk lembaga BWI untuk kota dan kabupaten di Sumatera Barat yakni Kota Padang, kota Pariaman, kota Solok dan kabupaten Solok, kota Payakumbuh, kabupaten Damasraya dan Tanah Datar.

Lebih lanjut,” seperti ormas Muhammadiyah. Tanah wakaf milik Muhammadiyah dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi sekolah, mesjid yang dikembangkan menjadi lahan produktif seperti yang kita lihat di mesjid Muhammadiyah Padang dan dimesjid Muhammadiyah lainnya di Sumatera Barat. Disisi kiri dan kanan Mesjid disewakan ke masyarakat akhirnya menjadi lahan produktif dan bernilai ekonomis. Tanpa menganggu kegiatan dalam beribadah.

Pelaksanaan awal dari lembaga badan wakaf indonesia didasari UU no, 41 tahun 2004 dengan bantuan dana APBD dan APBN.

Pada rakor tersbut lembaga BWI sumbar telah melaksanakan dan merumuskan kerangka kerja BWI Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dengan melakukan pendataan terhadap harta wakaf produktif di sumbar, dengan melakukan peningkatan Manajerial dan Profesionalisme Nazir dalam pengelolaan Harta Waqaf, dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga dan pengurus lembaga BWI. Ujar Rozalinda.

Program yang terpenting bagi pengurus lembaga BWI, bagaimana mengsosialisasikan gerakan dan fundraising wakaf uang yang belum begitu populer ditengah masyarakat khususnya di sumatera barat, dimana selama ini wakaf dalam bentuk harta tak bergerak seperti tanah dan gedung. Untuk lebih memasyarakatnya program wakaf di sumatera barat, BWI sumbar sudah menetapkan proyekm percontohan wakaf produktif atau yang berpotensi produktif,” tutup Rozalinda. (Fals)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BWI Sumbar : “Berdayakan Wakaf, Entaskan Kemiskinan""

Post a Comment