Wakaf Perkebunan Jabon: Dari Semak Belukar Menjadi Lahan Produktif

Web Hosting
JAKARTA (Wakaf al-Azhar) - Tahukah, dahulu, Rasulullah Saw saat di Madinah, tak membiarkan lahan yang kosong untuk diterlantarkan. Beliau bahkan mengajak penduduk Anshar agar bekerjasama dengan kaum Muhajirin untuk mengelola lahan tak produktif sehingga menjadi manfaat dan memberi maslahat bagi umat.

Apa yang dilakukan Rasulullah Saw kemudian menjadi teladan bagi para sahabatnya. Umar bin Khaththab misalnya, berladang gandum di lahan yang semula tidak produktif selama tiga tahun. Utsman ra lalu menjual hasil ladangnya hingga ke negeri Syam. Dan ketika Baitul Mal didirikan Khalifah Umar, ketahanan pangan negara tersedia, sehingga terhindar dari krisis pangan.

Meneladani visi Rasulullah Saw yang jauh ke depan, Wakaf Al Azhar mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, berwakaf tanah untuk penanaman Pohon Jabon yang lahannya saat ini berada di Desa Cibeteung Muara, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Tanah seluas dua hektar itu berasal dari pewakif Wakaf Al Azhar dua tahun yang lalu. Sebelum ditanami bibit pohon Jabon, lahan ini ditumbuhi oleh semak belukar bambu yang tidak produktif.

Sudah ratusan pewakif yang telah mewakafkan bibit pohon jabon untuk ditanam di lahan ini, mulai dari kaum ibu, kaum bapak, anak-anak, pelajar hingga orang perkantoran. Saat ini, terhitung sudah 2.346 pohon Jabon  yang ditanam di lahan Wakaf Produktif Al Azhar.

Hanya dengan Rp. 95.000/m2 kita sudah bisa berwakaf tanah untuk penanaman Pohon Jabon. Perinciannya adalah Rp. 70.000/m² tanah plus Rp.25.000 untuk biaya operasional, seperti biaya pengelolaan, biaya karyawan, pemupukan, perawatan dan pemantauan). Selain Jabon, Wakaf Al Azhar juga menerima wakaf tanah untuk perkebunan kelapa sawit, karet dan buah-buahan.

Dewasa ini, banyak pihak mengajak masyarakat untuk berinvestasi pohon Jabon. Namun lahannya ternyata baru sedang dicari. Inilah yang menyebabkan munculnya investasi bodong. Adapun Wakaf Al-Azhar sudah memiliki lahannya dari pewakif. Untuk menanam pohonnya, Wakaf Al Azhar mengajak masyarakat untuk berwakaf penanaman bibit pohon Jabon. Dengan berwakaf pohon jabon di Wakaf Al Azhar, pewakif tidak perlu mencari atau membeli tanah dulu untuk ditanam.

Wakaf Jabon
Ade Sanusi, Marketing Manager Wakaf Al Azhar, menjelaskan  tentang alasan kenapa berwakaf Jabon? Menurutnya, Jabon yang punya nama latin Anthocephalus Cadamba ini, dari segi pertumbuhannya sangat cepat, masa tanamnya pun relatif singkat 6-8 tahun.

Perlu diketahui, ada dua jenis Jabon, yakni Jabon merah dan Jabon putih. Saat ini Pohon Jabon secara alami menyebar di seluruh Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan wilayah Indonesia lainnya. Pohon Jabon memiliki diameter hingga 160 sentimeter. Pohon ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pengganti sengon yang kerap terserang hama dan penyakit. Peluang investasi kebun Jabon pun memiliki prospek yang baik karena bernilai ekonomis tinggi.

“Dengan mendayagunakan wakaf perkebunan Jabon, diharapkan semak-semak liar yang tadinya tidak bertuan menjadi lebih produktif. Ingin cepat panen, jangan tanam jati, tapi Jabon. Jati baru bisa panen 30 tahun. Nilai manfaatnya lama. Sedangkan Jabon lebih cepat,” kata Ir. Rio Sudarpo, Manejer Divisi Pengelola Perkebunan Jabon Wakaf Al Azhar.  

Boleh jadi, belum banyak yang tahu, ternyata pemanfaatan Jabon cukup banyak. Diantaranya sebagai bahan baku korek api, peti pembungkus, cetakan beton, mainan anak-anak, pulp dan konstruksi darurat yang ringan, industri kayu lapis, meubel, bubur kertas (pulp) dan sebagainya. Keterbatasan bahan baku menyebabkan perusahaan-perusahaan yang memproduksi kayu lapis harus memilih kayu yang terdapat pada lahan masyarakat sekitar.

Dalam waktu 6-8 tahun, bibit pohon Jabon yang tumbuh dan berkembang diharapkan memasuki masa panen. Dan hasilnya akan digunakan untuk kepentingan pendidikan dan dakwah. Hasil dari wakaf produktif yang ditanam, salah satunya adalah dengan memberi beasiswa pendidikan di Al Azhar.

“Dengan tagline Wakafku Hijaukan Bumi, mereka yang berwakaf produktif, pahalanya akan terus mengalir hingga ia wafat. Jadi tidak hanya manfaat di dunia tapi juga keuntungan di akhirat. Mulai sekarang rencanakan masa depan akhirat keluarga kita,” kata Muhammad Rofiq Thayyib Lubis, Direktur Eksekutif Wakaf Al Azhar.
Dengan berwakaf pohon Jabon, kita telah membantu program pemerintah, yakni Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN). Yuk Berwakaf Pohon Jabon. Dengan menanam Pohon Jabon kita telah menghijaukan Bumi dan menanggulangi Global Warming. [Adhes Satria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wakaf Perkebunan Jabon: Dari Semak Belukar Menjadi Lahan Produktif"

Post a Comment