Wakaf Al Azhar Turut Serta dalam Launching Gerakan Ekonomi Syariah

Web Hosting
JAKARTA (Wakaf al-Azhar) – Belum lama ini, Bank Indonesia (BI) menggelar acara Pencanangan “Gerakan Ekonomi Syariah (Gres)” . Acara yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, bertempat di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad (17/11/2013) lalu.

Acara tersebut didukung oleh hampir puluhan bank-bank seperti Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, bank BCA, BTPN, Bank Mualamat, Bank Permata Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank BJB Syariah, Bank Mega Syariah, Bank BII Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Sinarmas Syariah, serta bank dan asosiasi syariah lainnya.

Bukan hanya bank syariah yang terlibat dalam pencanangan GRES, tapi sejumlah instutusi asuransi syariah, koperasi syariah, hotel syariah, dan lembaga amil zakat hingga Baitul Mal wa Tanwiil (BMT).  Termasuk di dalamnya Baznas, YPI Al Azhar dan berbagai unitnya (Al Azhar Peduli Umat dan Wakaf Al Azhar).

Acara tersebut dirangkai dengan gerak jalan santai (fun walk) yang diikuti oleh sekitar 10 ribu peserta. Funwalk dimulai dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia, dan berakhir di Monas kembali. Acara lainnya juga dimeriahkan oleh aneka pertunjukan musik dan seni budaya lainnya.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran menteri Indonesia Kabinet Jilid II, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Asosiasi Penggiat Syariah, dan Ketua Baznaz Didin Hafiduddin.

Dalam sambutannya, SBY mengatakan acara ini sebagai hari bersejarah karena diawal bulan Muharam 1435 H dicanangkan Gres, sebuah niat yang mulia dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang merata untuk ke depannya. Yang menarik, dalam peluncuran GRES, Presiden SBY didapuk menjadi Bapak Pemimpin Gerakan Ekonomi Syariah.  SBY dipilih menjadi Bapak Pemimpin Gerakan Ekonomi Syariah karena selama menjabat presiden dianggap menunjukkan kemajuan di bidang perbankan ekonomi syariah.

Program Sejuta Berdaya

Saat pencanangan GRES!, dilakukan penandatanganan akad Program Sejuta Berdaya, yaitu sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan dana kebajikan (qardhul hasan) & dana – dana sosial lainnya (Zakat – CSR) dari lembaga keuangan syariah (Perbankan – Asuransi – Multifinance – Pasar Modal – dll).

Pemberdayaan ekonomi melalui Qardhul Hasan diharapan dapat menanggulangi kemiskinan. Melalui program ini juga diharapkan, dari yang semula tidak memiliki akses terhadap sistem keuangan dan unbankable menjadi bankable, seiring dengan program financial inclusion.

Dengan target Sejuta Keluarga Berdaya,  penguatan – pelatihan serta pendampingan penerima manfaat program ini bersinergi dengan kelompok lembaga zakat  yang terpilih dan sudah memiliki model – model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang komprehensif & terintegrasi.

Program Sejuta Berdaya sinergi bersama dengan perbankan, asuransi, industri pasar modal, industri keuangan non-bank lainnya, perguruan tinggi, lembaga amil zakat, dan lembaga pemberdayaan masyarakat lainnya. Program dilaksanakan selama 45 hari, sejak pra Ramadhan hingga pasca ramadhan. Program ini dikoordinasikan oleh Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES).

Bertepatan dengan milad BRI Syariah ke-5, BRISyariah mendukung Program Sejuta Berdaya dari panitia GRES! dengan memberikan bantuan dana kebajikan Qardhul Hasan sebesar Rp 300 juta dan pembiayaan mikro Rp13,9 miliar yang siap disalurkan.

GRES Dahsyat
Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) bertujuan untuk mendorong kesadaran kolektif dari seluruh skaeholders ekonomi syariah untuk saling bahu-membahu bersinergi membangun sistem ekonomi syariah nasional yang lebih berkembang dan maju. GRES! juga diharap mampu menjadi momentum dukungan dan keberpihakan pemerintah kepada ekonomi syariah.

Bank Indonesia selama ini fokus pada pengembangan sektor perbankan syariah. Namun, ekonomi syariah juga meliputi asuransi syariah, koperasi syariah, hotel syariah, lembaga amil zakat hingga Baitul Mal wa Tanwiil (BMT).  Melalui GRES!, seluruh gerakan ekonomi syariah akan diintegrasikan, agar efek mengedukasi masyarakat terasa lebih kencang.

Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) diharapkan menjadi momentum dukungan dan keberpihakan pemerintah kepada ekonomi syariah. Jika pemerintah di semua kementerian mendukung GRES!, maka industri syariah Indonesia dapat lebih besar dari Malaysia.

Sejauh ini masyarakat mengenal ekonomi syariah hanya sebatas bank syariah saja sehingga dirasakan cukup hanya diatur dan dikelola oleh Bank Indonesia. Padahal ekonomi syariah sesungguhnya bukan hanya milik industri perbankan, melainkan ada asuransi syariah, koperasi syariah, hotel syariah, lembaga amil zakat hingga Baitul Mal wa Tanwiil (BMT). Karenanya dengan adanya GRES!, ekonomi syariah diharapkan memperoleh perhatian lebih dari regulator lain seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan kementerian lainnya. Tak terkecuali Presiden.

Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) Ismi Kushartanto mengatakan tujuan GRES! adalah menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup (life style) masyarakat. Pendekatan yang dilakukan dari atas ke bawah (top-down). Menurutnya, apabila pemimpin dalam hal ini Presiden SBY, turut dilibatkan maka akan berdampak lebih cepat dalam perkembangan ekonomi syariah.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi BMT se-Indonesia (Asbindo), Aries Mufti. "Kalau gerakan ini dilakukan berjamaah dan bersinergi, maka dampaknya akan lebih luas. Dan Jika umat Islam memahami konsep ekonomi syariah, maka kebangkitan ekonomi syariah dan peradaban umat akan terwujud.”
[Adhes Satria]

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Wakaf Al Azhar Turut Serta dalam Launching Gerakan Ekonomi Syariah"

  1. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Pusat Studi Ekonomi Syariah

    ReplyDelete