Wakaf Al-Azhar Ajak Kerjasama Takmir Masjid, Sosialisasikan Program Kartu Wakaf Kematian

Web Hosting

JAKARTA (Wakaf Al-Azhar) – Dalam rangka memakmurkan masjid di Tanah Air, khususnya di wilayah  Jadebotabek, Wakaf Al Azhar mengundang para takmir masjid untuk menghadiri silaturrahim, sekaligus penawaran kerjasama Kartu Anggota Wakaf Produktif Al-Azhar (KAWPA). Silaturahim perdana ini dilaksanakan Sabtu (30/11/2013), di kantor Wakaf Al-Azhar, Gedung Sekolah Lt.8, Komplek Masjid Agung Al-Azhar – Jaksel.

Bertemakan “Melalui Masjid, Indonesia Bangkit “, pertemuan dengan para takmir masjid ini Insya Allah akan diadakan rutin setiap sabtu (dengan peserta berbeda). Pelatihan disampaikan oleh M. Rofiq Lubis (Direktur Eksekutif Wakaf Al-Azhar) dan Hendra Yuliano (Direktur Marketing Wakaf Al-Azhar). “Setiap masjid maksimal diwakili oleh dua orang. Sementara kami membatasi 12 pendaftar setiap pertemuan,” kata Hendra.

Dikatakan Hendra, untuk mensosialisasikan program wakaf diperlukan dukungan dari semua elemen masyarakat.  Nah, agar tujuan itu terlaksana, Wakaf Al Azhar meluncurkan program wakaf bertajuk “Kebangkitan Indonesia Melalui masjid”.

Program Wakaf Kematian

Kartu Wakaf Kematian merupakan pengembangan fungsi dan manfaat dari Kartu Anggota Wakaf Produktif Al-Azhar (KAWPA). “Wakaf Card atau Kartu Wakaf Kematian adalah istilah yang kami pinjam dari salah seorang Imam Masjid di daerah Mampang, ketika mendefinisikan KAWPA yang dikemas sesuai kebutuhan Masjid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaahnya,” kata Direktur Marketing Wakaf Al-Azhar, Hendra Yuliano.

Ada nilai tambah dari kepemilikan kartu wakaf tersebut. Dengan kata lain, kartu anggota ini tidak hanya berfungsi sebagai kartu pelajar, tapi juga berfungsi sebagai kartu anggota wakaf produktif Al-Azhar dengan berbagai keistimewaannya, antara lain: Kartu Anggota dengan design Eksklusif, Kartu Diskon Merchant, Perlindungan kecelakaan diri jamaah dan atau pengurus, Perlindungan Jiwa, Wakaf Produktif atas nama pemegang kartu.

Kartu Wakaf Kematian menitik beratkan kepada pemberian manfaat maksimal kepada jamaah semasa hidup, hingga pelayanan pengurusan jenazah secara menyeluruh, terutama ketika pemegang kartu wakaf kematian meninggal dunia dengan menggandeng masjid sebagai operator.

Adapun metode yang  akan di jalankan dari program Kartu Wakaf ini adalah pengurus Masjid akan diberikan pemahaman tentang wakaf dan produk yang dikerjasamakan. Diharapkan pengurus masjid secara berkelanjutan dapat mensosialisasikan program ini kepada jama’ah, atau  bekerjasama dengan pengurus RT/RW/Kelurahan setempat.

Wakaf Al Azhar membantu proses pencairan dan mengeluarkan manfaat yang timbul  selama masa kerjasama untuk didistribusikan kepada jama’ah yang berhak menerima manfaat melalui layanan yang diberikan oleh masjid. “Manfaat yang diterima atas kerjasama ini dikelola oleh Masjid dengan pembentukan Baitul Mal untuk mengakomodir kebutuhan modal usaha atau kebutuhan mendesak lainnya sehingga masyarakat terhindar dari jeratan Rentenir/ Bank Keliling,” kata Hendra.

Untuk memaksimalkan penyerapan peserta dalam meningkatkan dana pengelolaan masjid, maka masjid bisa mengakomodir, agar setiap warga,  mulai dari usia 6-55 tahun memiliki kartu dengan cara mencicil ke masjid setiap bulannya.

Program tambahan lainnya adalah Wakaf Perkebunan Sawit. Program ini dirancang untuk membentuk habbit berwakaf dengan melakukan gerakan wakaf sawit 1m/jamaah/bulan dengan nilai Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah) per meter sawit.

Seluruh wakaf sawit yang terkumpul akan dicatat sebagai saham masjid atas perkebunan sawit dan masjid berhak atas bagi hasil sawit sesuai kepemilikan saham pada masa panen. Hasil dapat digunakan sebagai dana untuk memakmurkan masjid dan mensejahterakan pengurus serta masyarakat. [Adhes Satria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wakaf Al-Azhar Ajak Kerjasama Takmir Masjid, Sosialisasikan Program Kartu Wakaf Kematian"

Post a Comment