Subhanallah! Wakaf Produktif di Bali Mulai Menggeliat

Web Hosting
DENPASAR (wakaf al-azhar) – Meski masyarakat muslim di Bali tergolong minoritas, tapi semangat keberagamaannya sungguh luar biasa. Siapa sangka, tokoh Islam di seluruh kabupaten dan kota di Bali, kini bicara tentang wakaf produktif.  Bahkan bukan sekedar bicara potensi wakaf dan segala impiannya, tapi betul-betul action, berbuat nyata, meski dengan cara bertahap.

Saat diadakan “Halaqah Wakaf Produktif” yang digelar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali di Hotel Aston, Denpasar, Bali, sejumlah utusan tokoh Islam yang juga para nadzhir di seluruh kabupaten Bali, hadir dalam halaqah  tersebut.

“Umat Islam di Bali, bukan lagi bicara potensi, tapi action. Karena itu, kami menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Wakaf al Azhar, demikian dikatakan Muhammad Choirun, S.Sos dari Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Bali.

Dari halaqah yang digelar Kanwil Kemenag Bali, Tokoh Islam dan para nazhir yang hadir (mewakili kabupaten di Bali) menyatakan dukungannya atas Gerakan Indonesia Berwakaf yang digaungkan oleh Wakaf Al Azhar.  Diharapkan, dengan wakaf produktif, pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali dapat diitingkatkan.

“Kendalanya memang, Badan Wakaf Indonesia (BWI) belum mengangkat para nazhir, dari Provinsi  hingga Kabupaten. SDM yang ada pun masih terbatas. Sebagai masyarakat muslim Bali, kami adalah orang-orang yang berjuang. Dan hingga saat ini masih terus berjuang,” kata Chairun.

Seperti diketahui, dalam sebuah survey yang dilakukan Wakaf Al Azhar, ternyata anak muda di Bali, tidak ada yang bicara tentang wakaf. Mereka hanya bicara soal zakat (11,76%), infaq (11,76%), sedekah (76,47%). Itulah sebabnya,para nazhir yang juga tokoh Islam di Bali akan terus mensosialisasi gerakan wakaf ke semua lapisan masyarakat.

Yang menarik, di Bedugul, misalnya, para nadzir Wakaf Candikuning sudah action untuk menggerakkan wakaf produktif. Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai, yakni: memelihara kekayaan wakaf, agar sesuai dengan jenis  dan pemanfaatan wakaf; mengelola wakaf untuk kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi dan keagamaan; meningkatkan  pembinaan dan pelatihan bagi pengurus, masyarakat dan wakif tentang perwakafan. Serta meningkatkan ketrampilan, pengetahuan dan sikap dalam mengelola wakaf.

Ketua Badan Wakaf Produktif Candikuning, Drs. H. Sujono mengatakan, dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya, Nadzir Wakaf Candikuning, telah menyusun visi dan misi, antara lain : Terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya kesejahteraan umat; meningkatnya daya guna dan daya saing Wakaf.

Ada beberapa asset wakaf produktif di Bedugul yang digarap melalui masjid, diantaranya: penginapan, rumah makan, aula, kios cenderamata, toilet, parkir. Termasuk asrama Pontren, Madrasah Diniyah, TPQ, dan Mini Market sertapertanian berupa perkebunan strawberry. [adhes satria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Subhanallah! Wakaf Produktif di Bali Mulai Menggeliat"

Post a Comment