Silaturahim Wakaf Al Azhar ke Sejumlah Lembaga Islam Disambut Hangat

Web Hosting
JAKARTA (Wakaf al-Azhar) – Dalam sepekan ini, Wakaf Al Azhar melakukan kunjungan silaturahim ke beberapa lembaga dan organisasi Islam di Jakarta dan Tangerang, guna menjalin kerjasama dan membangun sinergi, bersatu menyatukan langkah menuju Gerakan Indonesia Berwakaf.

Lembaga dan organisasi Islam yang dikunjungi tersebut, diantaranya adalah Al Azhar Sentra Primer –Jakarta Timur, Laziz Dewan Dakwah (Jakarta Pusat), dan Pesantren Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an (PPPA) Dararul Qur’an, Pimpinan Ustadz Yusuf Mansur di Tangerang, Banten.

Dari Wakaf Al Azhar diwakili oleh Muhammad Rofiq Thayyib Lubis (Direktur Eksekutif Wakaf Al Azhar), Suryaningsih Suyitno (Direktur Program), Hendra Yuliano (Direktur Marketing), Adhes Satria (Marketing Komunikasi), Mardany (Graphic Designer) dan Sarony (Bagian Umum)

Di Gedung Menara Da’wah, Wakaf Al Azhar diterima oleh Ketua Laziz Dewan Da’wah, Ade Salamun dan beberapa stafnya. Usai dari Dewan Da’wah, Wakaf Al Azhar bergerak ke Pesantren Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an (PPPA) Dararul Qur’an di Tangerang, dan diterima langsung oleh para pengurus yayasan, diantaranya: Anwar Sani, S.Sos,I, Tarmizi Ashidiq, SE, H. dan Ahmad Jameel, SE, MA

Sebelumnya, saat kunjungan ke YPI Al Azhar Sentra Primer, Jakarta Timur,  Wakaf Al Azhar diterima oleh Ketua Takmir Masjid Lukman Tahir, dan Kepala Sekretariat Rahman Gayo. Dalam setiap pertemuan, Direktur Eksekutif Wakaf Al Azhar menjelaskan tentang pentingnya bersatupadu untuk mewujudkan Indonesia bangkit. Tanpa kebersamaan, mustahil cita-cita yang diharapkan akan terwujud. “Dengan berjamaah, kita bisa menebus Indonesia yang tergadai,” kata M. Rofiq.

Dalam kesempatan itu, dijelaskan tentang sekilas program dan produk wakaf Al Azhar, seperti perkebunan Sawit dan Jabon. Khusus rencana perkebunan sawit, Wakaf Al Azhar sedang mengupayakan proses pembebasan lahan seluas 20 ribu hektar di Mamuju, Sulawesi Selatan. Tentu, diperlukan dana besar untuk itu (sekitar Rp. 2 trilyun). Karenanya, Wakaf Al Azhar mengajak lembaga dan organisasi Islam yang ada untuk bersatu menghimpun dana, bahkan menawarkan siapa yang bersedia untuk menjadi operatornya.

“Jangan sampai lahan adat ini lepas dan diterkam ke perusahaan lain. Itulah sebabnya, saya ingin komunitas wakaf ini bisa bersinergis menuju Indonesia bangkit,” kata Rofiq.

Wakaf Al Azhar kemudian juga menjelaskan tentang manfaat Kartu Anggota Wakaf Produktif Al Azhar (KAWPA) – baik jenis Silver maupun Platinum. Hanya dengan Rp.100.000 per tahun, siapapun sudah bisa berwakaf. Dengan memiliki KAWPA, pemilik kartu akan mendapat benefit berupa kartu diskon sejumlah merchant, seperti Toko Buku Walisongo (10%), Hotel Horison – Solo (30%), Butik Bilqis (10%), Andrue’s Café (10%), dan Gennie Courier & Cargo (10%).

Benefit lainnya adalah mendapatkan biaya perawatan rumah sakit karena kecelakaan hingga Rp. 3.000.000 per tahun. Kemudian santuan kematian senilai Rp. 5.000.000 hingga Rp.30.000.000. Juga wakaf produktif anda Rp.5.000.000 hingga Rp. 20.000.000 atas nama pemilik kartu bila terjadi resiko meninggal dunia.

Muhammad Rofiq juga menjelaskan teknik atau pola penghimpunan dana yang dikelola Wakaf Al Azhar, yakni dengan memadukan pola bank dan asuransi, tentu saja yang syariah. “Hasil penghimpunan dana melalui wakaf produktif, sesungguhnya adalah yang terbesar di dunia. Dana yang masuk, tak bisa keluar, bahkan tak bisa digunakan untuk operasional. Dengan demikian, wakaf bisa menjadi kekuatan ekonomi raksasa.”

Wakaf Al Azhar menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan keduabelah pihak. Dalam kerjasama itu, Wakaf Al Azhar akan mengucurkan dana senilai Rp.10 juta. Adapun Rp. 5.000.000 untuk lembaga yang diajak bekerjasama, dan Rp. 5.000.000 lagi untuk pemilik kartu.

Khusus kerjasama dengan takmir masjid, Wakaf Al Azhar menawarkan pengurusan jenazah plus mengantarkan ke kampung halaman sampai Surabaya dan Madura.

Respon Positif

Beberapa lembaga dan organisasi Islam yang dikunjungi dan diajak kerjasama, pada umumnya menyambut positif. Ketua Takmir Masjid Al Azhar Sentra Primer, misalnya, turut membantu mensosialisasikan dan memasarkan Kartu Anggota Wakaf Produktif Al Azhar (KAWPA). Di Bogor, H. Lukman me wajibkan anggota wanita tani untuk memiliki kartu wakaf multi manfaat dunia akhirat ini. Bahkan ia mengajak seluruh warga di lingkungan RW-nya untuk memiliki KAWPA.

“Banyak warga yang saya tawari kartu ini heran, hanya dengan Rp.100.000 per tahun, bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan besar. Apapu program yang digulirkan YPI Al AzharPusat, kami siap bekerjasama,” kata H. Lukman.

Sementara itu, Ketua Laziz Dewan Da’wah Ade Salamun juga menyambut baik Gerakan Indonesia Berwakaf yang digaungkan Wakaf Al Azhar. Namun, sepertinya Laziz Dewan Da’wah masih ingin berkonsentrasi dengan program di lembaganya. Ia mengaku tertarik dengan Quantum Wakaf Al Azhar, dan ingin belajar banyak untuk mengejar ketertinggalannya.

Senada dengan pengurus Pesantren Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an (PPPA) Dararul Qur’an. Pihaknya siap bersinergis dengan Wakaf Al Azhar. Namun, Anwar Sani selaku pengurus yayasan, bertanya, kerjasama dalam bentuk apa kongkritnya, dan apa prioritasnya dalam waktu dekat.

“Kami ingin yang riil-riil saja. Tidak terlalu yang besar-besar dulu. Sebagai contoh, bisa kita buat program bangunan Kostel (kost hotel) atau Kondotel (kondominium hotel). Atau lapangan futsal, resto, minimarket atau buat pasar sendiri. Nanti dari komplek ini ada pasar wakaf. Wakaf Al Azhar diharapkan menjadi pilot project dan contoh bagi lembaga lain,” kata Anwar Sani.

Pihak PPPA tidak ingin mematahkan semangat Wakaf Al Azhar. Cita-cita besar Wakaf Al Azhar untuk membeli pesawat dan kapal tengker terus saja dilanjutkan. Hanya  saja untuk sementara ini, perlu yang riil dan merealisasikan mana yang menjadi prioritas.  [adhes satria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Silaturahim Wakaf Al Azhar ke Sejumlah Lembaga Islam Disambut Hangat"

Post a Comment