Pemberdayaan Wakaf Produktif Harus Sampai Pelosok

Web Hosting
Mamuju, bimasislam—Saat ini paradigma mengenai pemberdayaan wakaf produktif sudah cukup dikenal di masyarakat, terutama pada masyarakat perkotaan.  Di sejumlah tempat sudah tidak jarang lagi ditemukan aset tanah wakaf berupa halaman masjid dibangun Ruko dan counter-counter ekonomi lainnya  yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat. Demikian disampaikan oleh Ahmad Muhajir Algadri, Kasubdit Penyuluhan dan Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, dalam Penyuluhan Perwakafan Bagi Pengurus Masjid, Majelis Taklim, dan Pengelola Pondok Pesantren se-Sulawesi Barat (11/9).

Namun demikian, Muhajir mengatakan bahwa paradigma baru perwakafan ini juga harus sampai hingga ke pelosok.  Dalam ceramahnya yang berjudul “Mekanisme Perwakafan”, kasubdit yang saat ini sedang studi S3 di Universitas Negeri Jakarta itu mengatakan pemberdayaan aset wakaf di pelosok juga diperlukan agar manfaat dari potensi wakaf dapat dirasakan secara merata di seluruh sebaran masyarakat, baik perkotaan maupun di daerah-daerah. “pemberdayaan wakaf produktif jangan hanya berjalan dan maju di daerah perkotaan saja”, sambungnya.

Muhajir melanjutkan, “kini tidak jarang kita melihat bangunan masjid di lantai paling atas, sementara bagian bawahnya di bangun toko-toko,  keuntungan dari pemberdayaan ekonomi atas aset wakaf ini kemudian digunakan untuk menggaji karyawan, imam masjid, muadzin, sebagian lainnya diberikan kepada mauquf ‘alaih.” Katanya kepada para peserta yang berasal dari Majene, Polmas, dan kabupaten-kabupaten lain se-Provinsi Sulawesi Barat itu.

Tentu saja, imbuhnya, dalam melaksanakan program pemberdayaan wakaf produktif tersebut, nazhir atau pengelola aset wakaf perlu membangun sinergi dan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah, BWI, Kementerian Agama, ormas Islam, kantor pertanahan dan instansi teknis terkait, investor, lembaga-lembaga keuangan syariah dan sebagainya. Dengan demikian profesionalisme dan kemampuan membangun jaringan dari para nazhir memiliki peran yang sangat sentral dalam pengelolaan harta wakaf, dan menentukan sukses atau tidaknya pemberdayaan wakaf produktif.

“Jadi sekarang ini, eranya bukan lagi masyarakat yang ‘menghidupi masjid’, tapi justru masjidlah yang ‘menghidupi’ masyarakat.” pungkas alumni IAIN Sunan Ampel tersebut. (Ska/ foto: bimasislam)

Sumber :http://bimasislam.kemenag.go.id/informasi/berita/35-berita/987-pemberdayaan-wakaf-produktif-harus-sampai-pelosok.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemberdayaan Wakaf Produktif Harus Sampai Pelosok"

Post a Comment