Halaqah Wakaf Produktif 2013 di Denpasar-Bali

Web Hosting
JAKARTA (Wakaf al-Azhar) –– Berqurban belum. Berhaji juga belum. Lalu dengan apa kita beramal? Padahal berqurban di Hari Raya Idul Adha memiliki sejumlah keutamaan, salah satunya adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi”  (HR Bukhari).
Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah Saw bersabda:“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim).

Yakinlah, bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat. Malaikat yang pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya” (HR Bukhari & Muslim).

Adapun keutamaan berkurban itu seperti disabdakan Nabi Saw: “Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi).

Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya).

Keutamaan Berhaji
Itu keutamaan orang yang berqurban. Lalu apa keutamaan orang yang berhaji? Dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Rasulullah Saw pernah ditanya: “Amalan apakah yang paling utama?’ Maka beliau menjawab: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.’ Dan ditanyakan kembali kepada beliau: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: ‘Haji yang mabrur’.”

Dalam sabda yang lain, Rasulullah Saw mengatakan: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah sebagai penghapus dosa-dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur, tidaklah ada balasan baginya kecuali Al-Jannah.” [Muttafaqun ‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah ra]

Dalam Islam, haji adalah rukun Islam yang kelima. Begitu besar keutamaan berhaji, sampai Nabi Saw dalam hadits yang shahih bersabda:  “Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji, kemudian dia tidak mengucapkan kata-kata yang keji atau kotor serta tidak berbuat kefasikan, maka dia akan kembali bersih (dari dosa-dosa) seperti hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Keutamaan Berwakaf
Selanjutnya, apa keutamaan Berwakaf? Dijelaskan dalam Al Qur’an, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas, Maha Mengetahui ..(QS 2:261).

Itulah sebabnya, wakaf termasuk perkara yang dianjurkan di dalam Islam. “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (Surga), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Al Imron: 92)

Begitu juga sebuah hadist Nabi saw : " Apabila seseorang mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyyah, Ilmu bermanfaat yang dia ajarkan, Anak sholih yang mendoakannya " (HR Muslim).
Wakaf adalah sedekah yang paling mulia. Allah swt menganjurkan dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf, karena sedekah berupa wakaf tersebut tetap mengalirkan kebaikan dan maslahat hingga hari kiamat "

Direktur Eksekutif Wakaf Al Azhar, Muhammad Rofiq Toyyib Lubis menegaskan, “Jika kesempurnaan haji ada pada Wukuf, maka kesempurnaan harta ada pada Wakaf.”

Itulah keutamaan berqurban, berhaji dan berwakaf. Jika keutamaan itu tidak kita raih, maka jadilah kita hamba-Nya yang merugi. Berhaji belum, berqurban belum, berwakaf seharusnya menjadi amalan yang mudah dilaksanakan. Karena untuk berwakaf tak harus menunggu kaya terlebih dulu. Yuk kita berwakaf di Al Azhar selama bulan haji. Hanya dengan Rp. 25.000, Anda sudah bisa berwakaf.

Tentu idealnya, Berhaji sudah, Berqurban sudah, Berwakaf pun dilaksanakan. Semoga kita tergolong orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak. [adhes satria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Halaqah Wakaf Produktif 2013 di Denpasar-Bali"

Post a Comment