BI Sarankan Bank Syariah Kumpulkan Dana Wakaf untuk Kredit

Web Hosting
Bank Indonesia berharap pembiayaan perbankan syariah diarahkan kepada sektor produktif dan masyarakat yang lebih luas. Bank Sentral memanfaatkan dana wakaf (sumbangan) masyarakat untuk menjadi alternatif pendanaan (funding). Selama ini, perbankan syariah masih mengandalkan dana mahal atau deposito untuk pendanaan.

"Untuk meningkatkan pembiayaan salah satunya dari dana umat bisa zakat, infak dan sedekah dan tentunya dana wakaf yang dikelola badan wakaf yang merupakan dana umat," kata Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah Edy Setiadi di Hotel Sultan, Selasa (29/1).

Dia mengatakan dana tersebut bisa digunakan untuk mengentaskan kemiskinan, serta disebarkan dalam bentuk pembiayaan yang sifatnya produktif. Hitungan dia, jumlah penduduk Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim, memiliki potensi dana wakaf yang cukup besar.

"Wakaf itu dapat berperan sebagai salah satu pendanaan alternatif yang murah untuk kembangkan umat. Ini menurut penelitian, kalau 10 juta orang di Indonesia masing-masing menyisihkan wakaf Rp 10.000 sampai Rp 100.000 per bulan, dalam setahun bisa terkumpul Rp 5 triliun. Jadi ada potensi dana wakaf," ujarnya.

Dia membandingkan dana wakaf Malaysia dari 14 juta penduduk muslim bisa mencapai Rp 121 Miliar, Rp 239 miliar dari 3 juta penduduk muslim di Turki, Rp 31 miliar dari 2,7 juta penduduk muslim di Inggris. "Artinya, ada potensi bagaimana menggerakkan wakaf," ungkapnya.

Dia mengatakan berbagai upaya telah, sedang dan terus dilakukan untuk mendorong perkembangan perbankan syariah. Bank syariah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, BI berkomitmen melaksanakan transisi pengawasan dari BI ke OJK dengan tetap menjaga kesinambungan pengembangan perbankan syariah.

"Hal lain adalah mendorong revitalisasi peningkatan sinergi dengan bank induk dan terus mengupayakan peningkatan edukasi dan komunikasi," ungkap Edy.

Caranya adalah dengan terus mendorong peningkatan kapasitas perbankan syariah pada sektor produktif serta menghilangkan ketimpangan komunikasi agar industri perbankan syariah dapat memberikan pelayanan yang semakin baik lagi.

Catatan Bank Indonesia, total dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah tumbuh 28,03 persen menjadi Rp 150,45 triliun per akhir Desember 2012. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan deposito yang mencapai Rp 86,41 triliun atau 57,44 persen dari total DPK.

Sumber http://www.merdeka.com/uang/bi-sarankan-bank-syariah-kumpulkan-dana-wakaf-untuk-kredit.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BI Sarankan Bank Syariah Kumpulkan Dana Wakaf untuk Kredit"

Post a Comment