Mencontoh Kedermawanan Rakyat Aceh

Web Hosting
Sifat dermawan merupakan sifat terpuji yang memiliki kekuatan untuk mendekatkan diri manusia kepada Allah, kepada sesama manusia dan kepada syurga serta menjauhkan manusia dari api neraka. Dibalik sifat dermawan tersebut tersimpan rahasia penting yang bukan hanya berguna untuk kehidupan di akhirat, tetapi juga untuk kehidupan dunia.

Beberapa rahasia kedermawanan yaitu nilai balasan yang berlipat ganda, menjauhkan dari bencana, obat dari berbagai macam penyakit dan memelihara harta dari pencurian. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Derma itu bila keluar dari tangan pemiliknya, berkata ia dengan lima kalimat : semula aku adalah kecil, maka engkau telah membesarkanku; semula engkau adalah penjagaku, maka sekarang aku jadi penjagamu; semula aku adalah musuhmu, maka sekarang engkau mencintaiku; aku adalah sesuatu yang punah, maka engkau jadikan aku sesuatu yang kekal; aku adalah bilangan sedikit, maka engkau jadikan aku bilangan jumlah banyak.

Begitu banyak keuntungan menjadi dermawan, tetapi masih ada orang yang begitu cinta kepada hartanya sehingga ia merasa berat untuk memberikan sebagian miliknya kepada orang lain. Acapkali kecintaan manusia terhadap harta ini melebihi cintanya kepada yang lain, dirinya sendiri, bahkan kepada orang terdekatnya yaitu kedua orang tua. Al Quran telah menjelaskan fenomena ini, sebagaimana firmanNya, “Dan kau mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS Al Fajr 20).

Coba kita perhatikan catatan sejarah tentang sumbangan masyarakat Aceh untuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia? Saat itu masyarakat Aceh menyumbangkan emas kepada pemerintah RI untuk membeli pesawat tahun 1948. Sebagian emasnya masih dapat kita lihat kini pada tugu Monas (Monumen Nasional). Hal ini bukan satu-satunya bukti kedermawanan rakyat Aceh. 200 tahun lebih sebelumnya, masyarakat Aceh telah mempraktekkan salah satu ajaran Islam yaitu, “tangan di atas, lebih baik daripada tangan di bawah”.

Abad ke-17 Masehi (1672), ratu Kesultanan Aceh Darussalam, Sri Ratu Zakiatuddin Inayatsyah memberikan tanda mata berupa tiga kinthar emas murni, tiga rathal kamper (camphor), kayu cendana, binatang pencari kopi terbaik yaitu musang atau luwak (civet) dan juga beberapa hadiah lain sebagai bentuk dukungannya kepada penguasa Mekkah Syarif Barakat yang tengah berbenah diri membangun kota Mekkah terutama masjid-masjid yang memiliki nilai sejarah Islam.

Bukan hanya itu, ada banyak tanah wakaf orang-orang Aceh di Mekkah. Semua harta wakaf dari masyarakat Aceh masih tercatat rapi di Mahkamah Syariah Saudi Arabia, diantaranya rumah Wakaf di kawasan Hayyi al-Hijrah Mekkah, wakaf Aceh di jalan Suq Al Arab di Mina dan masih banyak lagi.

Begitu banyak harta yang didermakan atau diwakafkan masyarakat Aceh. Masyarakat aceh saja bisa sebegitu dermawannya kepada Negara lain,mengapa kita sebagai saudara setanah air yang katanya Negara yang kaya akan hasil bumi tidak mampu dermawan untuk Negara kita sendiri. Jika saja semua orang sadar akan manfaat dan keuntungan menjadi dermawan, pastilah Negara kita tercinta ini akan sejahtera, mengingat potensi kekayaan Negara kita yang begitu besar. Tidak akan ada yang namanya kemiskinan, kelaparan dan kebodohan.

Sudah seharusnya kita menanamkan sifat dermawan mulai dari diri kita dan keluarga, karena sifat dermawan bukanlah semata sikap yang tumbuh dengan sendiri namun butuh pembiasaan sedari kecil.

sumber: http://www.tabungwakaf.com/index.php/artikel/hikmah/312-mencontoh-kedermawanan-rakyat-aceh.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mencontoh Kedermawanan Rakyat Aceh"

Post a Comment